Minggu, 18 Maret 2012

sistem keamanan bank indonesia


 TUJUAN PENGATURAN DAN PENGAWASAN BANK
Pengaturan dan pengawasan bank diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi perbankan Indonesia sebagai:
  1. Lembaga kepercayaan masyarakat dalam kaitannya sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana
  2. Pelaksana kebijakan moneter;
  3. Lembaga yang ikut berperan dalam membantu pertumbuhan ekonomi serta pemerataan; agar tercipta sistem perbankan yang sehat,baik sistem perbankan secara menyeluruh maupun individual, dan mampu memelihara kepentingan masyarakat dengan baik, berkembang secara wajar dan bermanfaat bagi perekonomian nasional.
Untuk mencapai tujuan tersebut pendekatan yang dilakukan dengan menerapkan:
  1. Kebijakan memberikan keleluasaan berusaha (deregulasi);
  2. Kebijakan prinsip kehati-hatian bank (prudential banking); dan
  3. Pengawasan bank yang mendorong bank untuk melaksanakan secara konsisten ketentuan intern yang dibuat sendiri (self regulatory banking) dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan tetap mengacu kepada prinsip kehati-hatian.
:: Kewenangan Pengaturan dan Pengawasan Bank
Pengaturan dan pengawasan bank oleh BI meliputi wewenang sebagai berikut:
  1. Kewenangan memberikan izin (right to license), yaitu kewenangan untuk menetapkan tatacara perizinan dan pendirian suatu bank. Cakupan pemberian izin oleh BI meliputi pemberian izin dan pencabutan izin usaha bank, pemberian izin pembukaan, penutupan dan pemindahan kantor bank, pemberian persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan bank, pemberian izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan-kegiatan usaha tertentu.
  2. Kewenangan untuk mengatur (right to regulate), yaitu kewenangan untuk menetapkan ketentuan yang menyangkut aspek usaha dan kegiatan perbankan dalam rangka menciptakan perbankan sehat yang mampu memenuhi jasa perbankan yang diinginkan masyarakat.
  3. Kewenangan untuk mengawasi (right to control), yaitu kewenangan melakukan pengawasan bank melalui pengawasan langsung (on-site supervision) dan pengawasan tidak langsung (off-site supervision). Pengawasan langsung dapat berupa pemeriksaan umum dan pemeriksaan khusus,yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan keuangan bank dan untuk memantau tingkat kepatuhan bank terhadap peraturan yang berlaku serta untuk mengetahui apakah terdapat praktik-praktik yang tidak sehat yang membahayakan kelangsungan usaha bank. Pengawasan tidak langsung yaitu pengawasan melalui alat pemantauan seperti laporan berkala yang disampaikan bank,laporan hasil pemeriksaan dan informasi lainnya. Dalam pelaksanaannya, apabila diperlukan BI dapat melakukan pemeriksaan terhadap bank termasuk pihak lain yang meliputi perusahaan induk, perusahaan anak, pihak terkait, pihak terafiliasi dan debitur bank. BI dapat menugasi pihak lain untuk dan atas nama BI melaksanakan tugas pemeriksaan.
  4. Kewenangan untuk mengenakan sanksi (right to impose sanction), yaitu kewenangan untuk menjatuhkan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terhadap bank apabila suatu bank kurang atau tidak memenuhi ketentuan. Tindakan ini mengandung unsur pembinaan agar bank beroperasi sesuai dengan asas perbankan yang sehat.


SISTEM PENGAWASAN BANK OLEH BANK INDONESIA
Dalam menjalankan tugas pengawasan bank, saat ini BI melaksanakan sistem pengawasannya dengan menggunakan 2 pendekatan yakni pengawasan berdasarkan kepatuhan (compliance based supervision) dan pengawasan berdasarkan risiko (risk based supervision/RBS). Dengan adanya pendekatan RBS tersebut, bukan berarti mengesampingkan pendekatan berdasarkan kepatuhan, namun merupakan upaya untuk menyempurnakan sistem pengawasan sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawasan perbankan. Secara bertahap, pendekatan pengawasan yang diterapkan oleh BI akan beralih menjadi sepenuhnya pengawasan berdasarkan risiko.
1. Pengawasan Berdasarkan Kepatuhan (Compliance Based Supervision)
Pendekatan pengawasan berdasarkan kepatuhan pada dasarnya menekankan pemantauan kepatuhan bank untuk melaksanakan ketentuan ketentuan yang terkait dengan operasi dan pengelolaan bank. Pendekatan ini mengacu pada kondisi bank di masa lalu dengan tujuan untuk memastikan bahwa bank telah beroperasi dan dikelola secara baik dan benar menurut prinsip-prinsip kehati-hatian.
2. Pengawasan Berdasarkan Risiko (Risk Based Supervision)
Pendekatan pengawasan berdasarkan risiko merupakan pendekatan pengawasan yang berorientasi ke depan (forward looking). Dengan menggunakan pendekatan tersebut pengawasan/pemeriksaan suatu bank difokuskan pada risiko-risiko yang melekat (inherent risk)pada aktivitas fungsional bank serta sistem pengendalian risiko (risk control system). Melalui pendekatan ini akan lebih memungkinkan otoritas pengawasan bank untuk proaktif dalam melakukan pencegahan terhadap permasalahan yang potensial timbul di bank. Pendekatan pengawasan berdasarkan risiko memiliki siklus pengawasan sebagai berikut :

Jenis-Jenis Risiko Bank :
  • Risiko Kredit : Risiko yang timbul sebagai akibat kegagalan counterparty memenuhi kewajibannya.
  • Risiko Pasar : Risiko yang timbul karena adanya pergerakan variabel pasar (adverse movement) dari portofolio yang dimiliki oleh Bank,yang dapat merugikan Bank. Variabel pasar antara lain adalah suku bunga dan nilai tukar.
  • Risiko Likuiditas : Risiko yang antara lain disebabkan Bank tidak mampu memenuhi kewajiban yang telah jatuh waktu.
  • Risiko Operasional : Risiko yang antara lain disebabkan adanya ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal,kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya problem eksternal yang mempengaruhi operasional Bank.
  • Risiko Hukum : Risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis. Kelemahan aspek yuridis antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontra.
     
  • Risiko Reputasi : Risiko yang antara lain disebabkan adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Bank atau persepsi negatif terhadap Bank.
  • Risiko Strategik : Risiko yang antara lain disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan strategi Bank yang tidak tepat pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya Bank terhadap perubahan eksternal.
  • Risiko Kepatuhan : Risiko yang disebabkan Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku.
     

Minggu, 04 Maret 2012

SENI GRAFFITI

graffiti adalah seni coretan-coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu. di jaman yang sudah modern ini banyak masyrakat terutama di kalangan muda yang suka sekali dengan seni graffiti ini. biasanya alat untuk membuat seni ini menggunakan cat semprot kaleng walaupun dijaman dahulu memakai cat yang menggunakan kuas atau kapur. kebiasaan dari melukis di dinding itu bermula dari manusia primitif sebagai cara dia berkomunikasi.
Perkembangan kesenian di zaman Mesir kuno juga memperlihatkan aktivitas melukis di dinding-dinding piramida. Lukisan ini mengkomunikasikan alam lain yang ditemui seorang pharaoh (Firaun) setelah dimumikan.
Kegiatan grafiti sebagai sarana menunjukkan ketidak puasan baru dimulai pada zaman Romawi dengan bukti adanya lukisan sindiran terhadap pemerintahan di dinding-dinding bangunan. Lukisan ini ditemukan di reruntuhan kota Pompeii. Sementara di Roma sendiri dipakai sebagai alat propaganda untuk mendiskreditkan pemeluk kristen yang pada zaman itu dilarang kaisar.
graffti pada zaman modern ini adanya kelas-kelas sosial yang terpisah terlalu jauh menimbulkan kesulitan bagi masyarakat golongan tertentu untuk mengekspresikan kegiatan seninya. Akibatnya beberapa individu menggunakan sarana yang hampir tersedia di seluruh kota, yaitu dinding. pendidikan kesenian yang kurang menyebabkan objek yang sering muncul di grafiti berupa tulisan-tulisan atau sandi yang hanya dipahami golongan tertentu. Biasanya karya ini menunjukkan ketidak puasan terhadap keadaan sosial yang mereka alami. Meskipun grafiti pada umumnya bersifat merusak dan menyebabkan tingginya biaya pemeliharaan kebersihan kota, namun grafiti tetap merupakan ekspresi seni yang harus dihargai. Ada banyak sekali seniman terkenal yang mengawali kariernya dari kegiatan grafiti.
graffiti juga di bagi dua yaitu gang graffiti yang fungsinya sebagai identifikasi daerah kekuasaan lewat tulisan nama gang, gang gabungan, para anggota gang, atau tulisan tentang apa yang terjadi di dalam gang itu sendiri.
dan ada juga tagging graffiti yaitu jenis Yaitu jenis graffiti yang sering dipakai untuk ketenaran seseorang atau kelompok. Semakin banyak graffiti jenis ini bertebaran, maka makin terkenallah nama pembuatnya. Karena itu grafiti jenis ini memerlukan tagging atau tanda tangan dari pembuat atau bomber-nya. Semacam tanggung jawab karya.

referensi :  http://id.wikipedia.org/wiki/Grafiti

Sabtu, 03 Maret 2012

HANDPHONE


Handphone atau bisa juga disebut dengan telphone genggam ini adalah alat komunikasi yang cukup praktis, dengan bentuk yang relatif lebih kecil dan bisa dibawa kemana-mana. Telepon genggam ini  memang sudah mendunia, tidak hanya di indonesia saja yang banyak menggunakan telepon genggam (handphone) ini di negara lain pun juga banyak yang menggunakannya. kegunaan dari handphone ini selain untuk telpon bisa juga mengirim pesan singkat, menyimpan nomer telpon yang lebih banyak dibandingkan telpon yang biasa dipakai dirumah-rumah warga. fasilitas yang ada di telpon genggam ini juga lebih banyak dibandingkan telpon biasa contoh fasilitas yang ada di dalamnya yaitu seperti pesan singkat yang bisa digunakan untuk mengirim pesan, kontak untuk menyimpan nomer-nomer telpon, pengaturan yang dapat mengatur tanggal,jam,nada,wallpaper dll disitu kita dapat mengatur sendiri apa yang kita inginkan, dan ada juga aplikasi-aplikasi yang disediakan di dalam telpon genggam ini seperti berbagai macam permainan-permainan, dan di telpon genggam ini juga ada jam alarm yang sangat berguna untuk masyarakat kemudian ada juga aplikasi yang disediakan untuk bisa melihat panggilan masuk,keluar atau pun panggilan tidak terjawab, ada juga handphone yang berkamera jadi kita bisa lebih mudah mengambil gambar,membuat video,rekaman ataupun yang lain.  Dan di tahun 2012 ini sudah banyak sekali handphone-handphone yang sangat canggih yang bisa chatting dan aplikasi dapat mempermudah orang-orang berkomunikasi. Dari semua aplikasi yang diberikan dari telepon genggam ini memang sangat mempermudah orang-orang di dunia untuk berkomunikasi, Namun masyarakat juga banyak yang menyalahgunakan aplikasi yang sudah diberikan seperti pesan singkat yang menipu dia mengaku dari salah satu perusahaan yang sedang melaksanakan pengundian doorprise yang hadiahnya menggiurkan yang membuat korban menarik agar untuk berprtisipasi, itu salah satu aplikasi yang disalah gunakan oleh masyarakat. Seharusnya kita sebagai masyarakat jangan menyalahgunakan aplikasi-aplikasi yang sudah diberikan karena dapat merugikan orang lain serta sangat fatal bagi si pelaku karena penegak hukum juga akan menindak lanjuti kasus yang seperti ini. Dan kita sebagai pengguna atau korban yang ingin dijahati oleh pelaku harus berfikir cerdas jangan sampai kita terperangkap dalam kasus ini.

Senin, 18 April 2011

MANUSIA DAN KEINDAHAN

D. Manusia dan Keindahan

Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keidahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Apakah keindahan Itu ?
Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beuty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kaang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian; yakni
Keindahan alam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang diserapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.
Nilai estetik
Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik  dari benda yang bersangkutan, atu sebagai sesuatu tujuan, atau demi kepentingan benda itu sendiri.
Apa sebab manusia menciptakan keindahan ?
  1. Tata nilai yang telah usang
  2. Kemerosotan zaman
  3. Penderitaan Manusia
  4. Keagungan Tuhan
Renungan
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain: teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.

Teori Pengungkapan.
Pengungkapan itu berwujud pelbagai gambaran angan-angan seperti misalnya images warna, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalamam estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan.

Teori Metafisik
Teori seni yang bercotak metafisik  merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karya seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi
Teori Psikologis
Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Teori lain lagi yaitu teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757 -1805) dan Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) menurut Schiller, asal seni  adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Dalam teori penandaan (signification theory) memandang seni sebagai lambang atau tanda dari perasaan manusia.
E. Manusia dan Keadilan
Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntuk hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
Berbagai Macam Keadilan
  1. Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (the man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.
  1. Keadilan distributive
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).
  1. Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat
Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum.
Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.
Pemulihan nama baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar  namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya.
Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
STUDI KASUS
Dr.Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya. Sebagai seorang dokter ia menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya, hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis yang saling mencintai. Bila dr.Sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi karena dr.Sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena dr. Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga dr. Sukartono.

Minggu, 27 Maret 2011

Manusia dan Kebudayaan


Manusia
Manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia ( ilmu kimia ). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi ( ilmu fisika ). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan  mahluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus ( ilmu ekonomi ).  Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi ), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan ( politik ).

  1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
    1. Jasad : yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, dan menempati ruang dan waktu.
    2. Hayat : yaitu mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak
    3. Ruh : yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi  pusat lahirnya kebudayaan.
    4. Nafs : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri
  2. Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung 3 unsur yaitu :
    1. Id.  Yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri, tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar. 
    2. Ego. Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranan dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial dapat dimengerti orang lain.
    3. Superego. Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir . Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego  menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan control diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi. 
Hakekat Manusia :
  1. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh maksudnya adalah makhluk diciptakan oleh tuhan dengan organ tubuh dan jiwa yang utuh .
  2. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan denan mahluk lainnya : makhluk yang paling sempurna adlah manusia dia mempunyai akal dan oikiran dibandingkan mahluk yang lain.
  3. mahluk biokultural yaitu mahluk hayati yang budayawi maksudnya adalah makhluk yang memiliki penghayatan atau hayati dan budayawi adalah makhluk yang hidup dengan budayanya sendiri.
  4. Mahluk Ciptaan Tuhan yagn terkait dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja  dan berkarya, semua makhluk memiliki lingkungan dan verkerja keras agar dapat berkarya .
Bagan psiko – sosiogram manusia
 

Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan selalu dimiliki oleh setiap masyarakat, hanya saja ada suatu masyarakat yang lebih baik perkembangan kebudayaannya dari pada masyarakat lainnya untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakatnya. Salah satu prngertian kebudayaan dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari  karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasa alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepentingan masyarakat.
               Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan segala norma dan nilai masyarakat yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasarakatan  alam arti luas., didalamnya termasuk, agama, ideology, kebatinan, kenesenian dan semua unsur yang merupakan hasil ekspresi dari jiwa manusia. Yang hidup sebagai anggota masyarakat. Cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan pikir dari orang yang hidup bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan. Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah. Semua karya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat.
               Dari pengetian tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan dari pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi. Atas dasar itulah  para ahli mengemukakan adanya unsur kebudayaan yang umumnya diperinci menjadi 7 unsur yaitu :
  1. unsur religi adlah unsur yang terkandung tentang agama agama di dalamnya.
  2. sistem kemasyarakatan adalah sistem masyrakat di antar pulau atau daerah itu sendiri.
  3. sistem peralatan adalah sistem alat yang beguna untuk masyarakatnya.
  4. sistem mata pencaharian hidup adalah sistem yang harus dimiliki kepala keluarga untuk menglangsungkan hidup mereka masing – masing .
  5. sistem bahasa adalah sistem yang biasa dio paki di suatu daerah dan biasanya mereka memiliki bahasa sendiri – sendiri .
  6. sistem pengetahuan adalah sistem yang harus ada dalam hidup karena dibutuhkan sekali untuk melangsung pendidikan atau kehidupan mereka kelak nanti.
  7. Seni adalah karya yang dihasilkan warga atau manusia yang kreatif .
Bertitik dari sistem inilah maka kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain :
  1. Wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya. Ini merupakan wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, lokasinya ada dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu hidup
  2. Kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
  3. Kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia
Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya. Tidak ada kebudayaan yanga statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan .


B.Manusia dan Cinta Kasih 
Pengertian Cinta Kasih
Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada). Ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai menaruh belas kasihan.
            Pengertian tentang cinta dikemukakan oleh Dr. Sarlito.W.Sarwono. dikatakan bahwa cinta memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan  dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang. Kemesraan yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.
            Didalam kitab suci Al Quran ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi dalam jiwa manusia. Cinta memiliki 3 tingkatan yaitu tinggi, menengah dan rendah. Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, rasulallah dan berjihad dijalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat rendah adanya cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.

Kasih Sayang
Kasih sayang  adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kehidupan, kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar  dari masing-masing pihak dituntut tanggungjawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan  kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggungjawab. 
Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
 Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.
 Belas Kasihan
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta. Cinta Agape ialah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara. Dan ketiga cinta erros atau amor ini ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta amor dan eros  ini adalah citna eros cinta karena kodrati sebagi laki-laki dan perempuan, sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinalar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau menikahi seorang pemuda yang kerdil. Cinta terhdap sesama merupakan perpaduan cinta agape dan cinta philia. Cinta sesame ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan  antara cinta kepada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan. Dalam cinta kepada sesama ini diberi istilah belas kasihan, karena cinta disini buka karena cakapnya, kayanya, cantiknya, melainkan karena penderitaannya.

STUDI KASUS
Ini adalah kesekian kali kita mendengar bahwa Malaysia sebagai negara tetangga kita mengatakan kalau beberapa budaya di Indonesia adalah karya budaya milikinya.Sebenarnya kami sudah menahan ini terlalu lama namun kali ini Negara tetangga kita itu sudah sangat keterlaluan dan perlu ditindak tegas agar mereka tahu bahwa Indonesia bukanlah negara yang cuma diam ketika Budaya nya di Klaim oleh pihak lain yang tidak menguntunkan sekali terhadap Indonesia.
Sebelumnya negara tetangga kita itu Si M,telah mengklaim beberapa karya anak bangsa Indonesia yang jelas - jelas dunia luar tahu kalau itu milik Indonesia murni.
Karya yang sebelumnya diklaim milik negara M antara lain :
Ada Batik yang dikatakan miliknya,lalu masih jelas pada telinga kita lagu Rasa Sayang - sayange,kemudian ada Reog Ponorogo,tidak lupa juga yang cukup fenomenal adalah Angklung yang jelas - jelas adalah identitas orang Sunda di Jawa Barat.
Ketika hal itu masih jadi luka bagi Indonesia,kini Negara M malah mengklaim budaya yang lebih mengejutkan,yaitu Tari Pendet atau tari selamat datang dari BALI.
Hal ini agak aneh karena Tari Pendet ini adalah tarian khas milik Bali saja yang digunakan untuk menyambut tamu dari luar Bali seperti tarian ala Hawaii untuk menyambut tamunya yang datang ke Hawaii.
Tentu saja Tari ini sudah dikenal sejak tahun 1950 sebagai tarian khas Bali punya yang bahkan dunia tahu benar kalau itu adalah Tari Pendet dan Pendet itu dari Bali.
Asal diketahui saja tari pendet tidak ada hubungannya sama sekali dengan kebudayaan Melayu yang seperti pernah dikatkan merupakan Griya arya atau entah apa namanya.
Yang jelas Tari pendet merupakan budaya dan karya milik Bali yang memilki daya tarik dan ciri khas nya sendiri.

mengetahui tari Bali itu diklaim oleh negara tetangga kita itu,Tentu saja warga Bali sangat terkejut dan langsung memprotes negara tersebut agar meminta maaf kepada warga Bali khusunya.
Indonesia sendiri juga telah mengajukan surat teguran agar Negara tetangga kita itu tidak asal mengklaim dan harus meminta maaf terhadap warga Indonesia khususnya bali selain itu jika ingin menampilkan kebudayaan orang lain harus sesuai dengan aturan dan meminta Ijin terhadap negara yang bersangkutan dalam hal ini Indonesia.
Indonesia sendiri memang sewajarnya dimaklumi karena kita yang beraneka ragam suku maka muncul berbagai keragaman yang begitu banyak sehingga rawan dengan pencurian karya budaya orang.
Maka oleh itu langkah pertama indonesia adalah mendata setiap budaya dan Karya anak bangsa agar nantinya dapat diselamtkan dan kalupun bisa dipatenkan.
Ini merupakan tugas berat yang harus diemban oleh Departemen Pariwisata dan Budaya demi menyelamatkan Budaya Sendiri dari kasus klaim yang terjadi seperti sekarang ini.
Saat ini baru Keris dan wayang yang telah dipatenkan selain itu Yang diajukan adalah Angklung,Batik,dan dibelakang masih menunggu Ratusan karya budaya bangsa yang ingin sekali dipatenkan.
Selain itu cara yang paling efisien dalam menjaga budaya sendiri adalh dengan terus melestarikannya dan jangan sampai kita lupa akan budaya khas dari daerah kita dan malah berpindah kebudaya luar yang tidak menunjukan ketimuran kita.
Sebagai negara yang bebas menerima pengaruh dari luar kita harus menyaring apakah budaya itu cocok bagi kita apa tidak sehingga Budaya asli kita tetap bertahan dan beriringan dengan budaya modern.
 
 
http://jspedia.blogspot.com/2011/02/bab-i-manusia-dan-kebudayaan-bagan.html
http://narutomourahclub.blogspot.com/2009/08/kasus-klaim-malaysia-atas-budaya.html

Sabtu, 30 Oktober 2010

semua tentang studentsite gunadarma

studentsite gunadarma layanan ini adalah layanan yang wajib di buat oleh semua mahasiswa universitas gunadarma. karena layanan ini layanan yang sangat menguntungkan karena dalam layanan ini kita bisa melihat apa yang kita butuhkan seperti baak news yang gunamya untuk melihat berita - berita terkini dari baak dan bisa dilihat di http ://baak.gunadarma.ac.id ,jadwal kuliah, berbagai macam ukm dan masih banyak lagi yang bisa kita lihat di studentsite.gunadarma.ac.id

keunggulan dari layanan ini kita bisa melihat semua apa yang kita mau tanpa harus repot - repot datang ke kampus dan pastinya kita tidak akan ketinggalan berita tentang kampus.
kelemahan dari layanan ini loading yang agak lama dan kadang - kadang tidak bisa di buka mungkin karna banyaknya mahasiswa yang membuka jadi agak lama. 

jadi dijamin kita enggak akan nyesel buat ini karena ini meguntungkan buat kita.
untuk informasi lebih lnjut bisa dilihat di link : http//studentsite.gunadarma.ac.id

 

Kebudayaan suku bangsa bali


Kebudayaan Bali masih banyak mengandung kemurnian sifat hindu jawa. Perbedaan pengaruh dari kebudayaan hindu jawa di berbagai daerah di bali pada zaman majapahit menyebabkan adanya bentuk masyarakat bali, yaitu masyarakat bali Aga dan majapahit.
            Penduduk asli yang tidak senang bercampur dengan orang majapahit yaitu orang bali Aga melarikan diri ke daerah pegunungan.orang terunyan adalah penduduk asli bali tetapi tidak mau disebut baliaga. Mereka lebih seneng menyebut dirinya bali turunan.

Kepercayaan atau realigi
            Pada umunya kepercayaan atau agama orang bali ialah agama hindu. Tetapi perlu diketahui bahwa selain agama hindu ada juga yang memeluk agama islam, walaupun tersebarnya terlambat sekali.dan anehnya orang orang bali tidak dia anggap sebagai warga bali asli. Mereka mendapat sebutan bali selam ( islam ). Mereka tidak boleh mengikuti upacara – upacara yang diselenggarakan oleh orang – orang bali aslinya seolah – olah mreka terasingi oleh masyarakat bali itu sendiri. Ada juga agama kristen yang pengaruhnya sangat lambat . nasi mereka sama seperti nasib agama islam lainnya.

            Kehidupan sehari – hari mereka hanyalah menyembah dewa – dewa yang mnenurut kepercayaan mereka itu 3 dewa besar harus dipuja – puja yaitu : batara brahma, siwa, dan wisnu. Dewa yang paling dianggap tertinggi adalah batara brahma tetapi di dalam sejarah banyak perubahan, banyak yg bilang kalau dewa terbesar itu adalah siwa dan dia sering di  takuti.orang – orang memuja dewa siwa agar dewa ini membuat tentram dan tidak membuat kerusakan.

            Namun demikian, menurut kepercayaan sebagian rakyat di situ, bahwa siwa tidak sebagai pembangun. Karena d i anggap vsebagai dewa perusak, dan di juluki pula dewa pembangun.yang dimaksud perusak maksudnya adalah merusak tapi untuk membangun, bukan merusak tentang kejahatan.

            Untuk menghormati dan menyembah dewa – dewa orang bali membuat kuil atau pura. Jumlah pura ini banyak sekali. Pura yang asli terdiri dari 3 bagian, yaitu :
1.      Bagian muka berupa ruangan kosong
2.      Bagian tengan tempat untuk menyiapkan sesaji
3.       Bahian belakang adalah bagian yang terpenting, karena tempat ini adalah tempat yang paling suci.

Pura bisa di bedakan menjadi :
1.      Pura bersifat umum bersifat pura bersakih
2.      Untuk kelompok – kelompok sosial
3.      Puar untuk kumpulan khusu seperti subka dan sekah adalah sanggah.
Pura dipelihara oleh pejabat agama yang disebut dengan nama pemangku.

Upacara-upacara penyembahan Dewa dipimpim oleh pendeta yang tugasnya membuat air sucii pada tiap-tiap upacara, dengan cara menggosokan rohnya (Bersemadi) agar dimasukin oleh Dewa Siwa. Upacara keagamaan dipimpin oleh pendeta yang umumnya disebut Sulinggeh. Dalam upacara persembahan pedanda mempunyai tugas membuat air suci agar kerasukan Dewa Siwa untuk memerciki sesajian. Selain itu, pendeta(Sulinggih) juga bertugas memimpin upacara, pembakaran mayat (Ngaben). Tempat yang digunakan untuk membakar jenazah yaitu wadah yang berwujud menara tinggi bersusun, untuk sampai diatas, harus naik tangga yang disebut tragtrag atau tratag.
            Wadah atau Bade mempunyai atap susun yang bertumpang, biasanya ganjil misalnya 3, 5, 7 ,9 dan yang paling tinggi 11 tingkat. Makin tinggi derajat orang yang meninggal, makin tinggi pula tumpangannya.
            Setelah persiapan wadah itu selesai, kemudian diangkut ketempat pembakaran suci dengan diiringin oleh percikan air suci. Setelah sampai ditempat pembakaran, wadah itu ditumpahkan diatas tumpukan kayu dan dimulailah pembakaran. Barang-barang yang ada didalam upacara itu semuanya ikut dibakar.
            Setelah selesai pembakar, abunya dimasukan kedalam Kelapa Gading dan dibuang k e laut dengan maksud agar kembali keasalnya. Orang Bali percaya bahwa badan kasar terdiri dari 4 unsur yaitu tanah, api, akasa(udara) dan air. Olehh sebab itu, ia harus dilebur, dikembalikan kepada asalnya lagi.
                Tujuan Ngaben(Pembakaran Mayat) :
1.      Untuk menghormati arwah keluarganya(unsur Bhakti)
2.      Untuk melestarikan arwah para leluhur(salah satu yadnya) dan,
3.      Untuk menjaga martabat dimasyarakat.
Macam-macam upacara Ngaben
            Upacara Ngaben dilaksanakan dengan beberapa cara, menurut keadaan orang-orang yang dibakar mayatnya, yaitu:
1.      Pembakaran Mayat langsung, yaitu apabila yang meninggal dunia adalah seorang . pendeta. Mayat pendeta harus segera dibakar, tidak boleh ditunda-tunda.
2.      Pembakaran mayat tidak langsung, yaitu mengubur terlebih dahulu, pembakaran mayatnya dapat ditunda beberapa tahun.
3.      Pembakaran Mayat massal, yakni pembakaran mayat bagi orang-orang miskin, yang tidak mampu mennyediakan biaya sendiri. Biaya harus diadakan secara gotong-royong. Sebelum biaya tersedia, maka mayatnya dapat ditanam dalam tanah terlebih dahulu. Nanti bila telah tersedia biaya maka beberapa mayat dibongkar lagi lalu dibakar bersama-sama.
4.      Pembakaran mayat secara simbolis, yaitu apabila orangnya yang meninggal dunia itu tidak ada disitu. Misalnya meninggal ditempat lain, meninggal dilaut, dan di luar Negeri. Pembakaran mayat secara simbolis dengan cara pembakaran pakaian mayat yang ada.


Ini adalah gambar pada saat upacara ngaben
4a. Beberapa kensepsi agama Hindu atau kitab suci Weda:
1.      Atman : Roh Abadi.
2.      Karma Pala :Buah dari sebuah perbuatan
3.      Punar bawa  : Kelahiran kembali dari jiwa reinkarnasi.
4.      Muksa :Kebebasan jiwa dari lingkaran kelahiran kembali.
4b. 5 macam upacara yang disebut panca yad nya:
1.      Upacara manusia Yadnya, melipui siklus hidup dari masa kanak-kanak sampai dewasa.
2.      Pitra Yadnya, merupakan upacara yang ditujukan kepada roh leluhur, dari mulai saat kematian sampai penyucian roh leluhur.
3.      Dewa Yadnya, terutama berkenan dengan upacara pada kuil umum dan keluarga.
4.      Resi Yadnya, yaitu upacara pentasbihan pendeta.
5.      Buta Yadnya, yaitu upacara untuk Kala dan Buta ( Roh penganggu)

2.Sistem Kekerabatan
            Susunan keluarga diBali adalah parental yaitu kekeluargaan yang dihitung dari garis Ayah dan garis Ibu. Adapun mengenai tingkatan sosial dalam masyarakat dapat dibagi dalam beberapa golongan yang dinamakan Kasta. Kasta-kasta di Bali umumnya sesuai dengan kasta-kasta diIndia, ialah :
a.       Kasta Brahmana merupakan kasta yang tertinggi, terdiri dari golongan pendeta. Kebanyakan mereka memakai sebutan atau gelar Ida untuk laki-laki, Idayu untuk perempuan.
b.      Kasta Ksatria yaitu golongan raja-raja dari para bangsawan. Pada umumnya mereka memakai sebutan Gelar Dewa untuk laki-laki, Dewayu untuk perempuan.
c.       Kasta Waisya yaitu golongan kaum petani, pedagang, saudagar kebanyakan mereka memakai sebutan gelar Gusti untuk Laki-laki, Gusti Ayu untuk perempuan.
d.      Kasta Sudra merupakan kasta yang terendah, terdiri  dari orang-orang yang tidak sempurna dan hina dina. Mereka tidak mempunyai gelar,  dan kebanyakan hanya mendapat panggilan Tri Wangsa.

Adat Perkawinan di Bali
1.      Mengadakan kunjungan resmi dari keluarga si laki-laki kepada keluarga si gadis untuk meminang si gadis atau memberitahukan kepada mereka bahwa si gadis telah dibawa lari untuk dikawin.
2.      Apabila sudah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak, baru diadakan upacara perkawinan.
3.      Mengadakan kunjugan lagi secara resmi dari keluarga si pemuda kerumah si gadis untuk minta diri kepada Ruh Nenek Moyangnya.
4.      Adat penyerahan mas kawin, tetapi adat ini sekarang terutama diantara keluarga-keluarga orang-orang terpelajar sudah tidak berlaku lagi.
Perkawinan yang dianggap pantang
1.      Perwakinan bertukar antara saudara perempuan, suami dengan saudara laki-laki istri(makadenganngad).
2.      Perkawinan antara seseorang dengan anaknya, antara seorang dengan saudara sekandung atau tirinya(Agamiagemana).
3.      Perkawinan antar seorang dengan anak dari saudara perempuan maupun laki-lakinya (keponakannya).
4.      Perkawinan wanita yang memiliki kasta lebih tinggi dari kasta pria, jika ini terjadi ia akan dihukum, dikeluarkan dari dadia dan dibuang(maselong). Adat tersebut sudah mulai hilang

Sistem Kesenian
            Kesenian suku bangsa Bali tumbuh dengan subur bersama-sama dengan agama. Setiap ada upacara keagamaan di kuil-kuil selalu disertai dengan tari-tarian dan nyanyi-nyanyian yang biasanya dilakukan oleh kaum wanita.
            Disamping untuk upacara-upacara kesenian, kuil digunakan untuk tempat hiburan dan permainan. Tari-tarian yang disajikan merupakan tari-tarian kebanggaan masyarakat Bali.
Macam-macam Tarian
1.      Tari Jengger, yaitu tarian permainan rakyat yang sangat digemari oleh rakyat yang sangat populer karena dilakukan oleh pemuda pemudi yang berhadapp-hadapan dan berjejer-jejer rapi.
2.      Tari Legong, yaitu tarian yang dilakukan oleh para pemudi untuk hiburan atau tontonan.
3.      Tari Calon Arang, yaitu gabungan antara drama dan tari(sendratari). Yang menjadi pemeran utama adalaha seorang janda wanita yang terkenal sebagai juru tenung, dengan cerita yang diambilkan dari episode Raja Erlangga di Negara Kahauripan dalam abad XI.
Rumah Adat
      Gapura candi Bentar merupakanan pintu masuk istana raja yang merupakan rumah adat di Bali. Balai Bengong adalah tempat istirahat raja beserta keluarga dan Bali Wanikan adalah tempat adu ayam atau pagelaran kesenian. Kori Agung adalah pintu masuk pada waktu upacara besar dan Kori Babetelan merupakan pintu untuk keperluan keluarga.
Kerajinan
      Di Bali banyak terdapat insdustri dan kerajinan rumah tangga usaha perseorangan, atau usaha setengah besar, yang meliputi kerajinan pembuatan benda-benda anyaman, patung, kain tenun, benda-benda emas, perak, besi dan sebagainya. Usaha dalam bidang ini banyak manfaatnya karena memberikan lapangan kerja bagi penduduk sekitarnya. Dewasa ini kerajinan suku Bali terkenal sampai mancanegara, khususnya kerajinan patung.